Categories
Tulisan Bebas

Bedanya di Perantauan dengan di Rumah

Dulu waktu masih SMA, gue diberikan kebebasan dalam menentukan universitas dan apakah ingin merantau atau tetap di Denpasar. Gue putuskan buat menuju UB yang letaknya di Malang. Setelah alhamdulillah diterima, akhirnya tiba saat gue harus pergi ke Malang yang berarti gue harus merantau, jauh dari rumah, jauh dari orang tua dan adik-adik, yang sering bikin kangen berat pengen pulang tapi masih terlilit hutang tugas serta deadline yang mencekik.

Selama 2 semester ini menjalani perkuliahan dan 1 kali pulang ke Denpasar saat libur semester 1 kemarin, gue mendapati sesuatu yang janggal. Yaitu perbedaan kualitas saat di perantauan dan juga saat di rumah. Enggak, jangan bilang perbaikan gizi. Perbaikan gizi itu udah menjadi kewajiban saat pulang ke rumah. Bayangin aja selama di rantau gue cuma makan lalapan, pecel, tahu telor, kadang-kadang nasi padang atau mcd, dan lebih kadang-kadang lagi makan di tempat yang sedikit cozy sama pacar kalo uang saku masih ada sisa.

Selain perbaikan gizi, hal itu adalah TIDUR..

“Emang bedanya tidur di perantauan sama di rumah apaan?!”