Ada Apa Dengan Cita-Cita?

Pertama-tama, ini bukan sekuel dari film yang pada jamannya nge hits itu, bukan ya. Ini cuma sekedar tulisan tentang apa yang dinamakan dengan cita-cita. Apa dan mengapa cita-cita itu harus ada? Dan apa sih sebenernya cita-cita itu.

Sekedar info, ini bukan sebuah tulisan galau. Ini sebuah tulisan, tentang galau. *ikutin film 500 Days of Summer* *ceritanya gitu, anggap saja begitu*

Oke, jadi cita-cita menurut gue, adalah sebuah hal atau impian di masa mendatang yang ingin kita raih dan capai agar memperoleh kehidupan yang mapan, sukses, nyaman, dan bahagia. Nah, manfaat cita-cita itu sendiri udah jelas kan, agar kita bisa menjadi apa yang kita impikan semasa muda, kemudian tercapai pada waktunya, dan ujung-ujungnya elu senang, keluarga elu senang, kita semua senang.

Tapi, cita-cita ini ternyata juga bisa menimbulkan keresahan dan kegalauan kalo kita belum bisa nentuin arah hidup kita mau kemana. Seperti yang kalian tau, saat ini gue udah kelas 3 SMA, dan akan segera mencari kuliah untuk mengejar cita-cita gue, dan masalahnya, cita-cita gue dari SD, (usia wajar seorang anak mulai memikirkan cita-cita) sampai sekarang itu berubah-ubah dan enggak konsisten. Mungkin inilah kenapa gue sering ninggalin blog gue gitu aja, tanpa pamit, dan kembali tanpa rasa bersalah. 2 taun bukan waktu yang singkat, 2 taun itu lama, tapi terasa singkat dikala enggak update blog….

*serius woy!*

Balik lagi ke topik. Intinya, cita-cita seseorang itu enggak bisa ditebak kalo kita sendiri enggak konsisten. Bukan berarti enggak baik, bisa saja Tuhan punya rencana yang lebih baik dan jauh lebih bagus daripada cita-cita yang sebelumnya.

Nah, kita pasti punya banyak cita-cita kan, entah itu yang kecil maupun cita-cita besar yang harus diutamain. Misalnya lu punya banyak cita-cita kayak punya motor, mobil, jadi kolektor mobil-mobilan hotwheels atau action figure, tapi ada satu cita-cita yang nangkring paling atas, diatas cita-cita kecil tadi. Yaitu menjadi sukses. Sukses bisa dalam banyak artian, sukses di bidang karier dan pekerjaan yang udah lu idam-idamkan sejak kecil, atau jadi sukses karena dari hobi mengkoleksi Β hotwheels atau action figure elu jadi bisa punya gallery action figure sendiri. Dari cita-cita yang awalnya kecil, berubah menjadi kesuksesan yang besar, who knows?

Gue sendiri punya beragam cita-cita dari gue SD sampe sekarang….

*cerita dikit* *gak usah protes, ini blog gue*

Jadi waktu SD, seperti yang anak-anak lain inginkan, cita-cita gue dulu itu pengen jadi dokter, yang termasuk dalam salah satu cita-cita paling favorit waktu itu diantara cita-cita seperti pilot, polisi, tentara, sampe astronot. Saking kepengennya, setiap gue atau siapapun anggota keluarga gue yang luka, gue berusaha banget buat ngobatin. Entah itu netesin betadine doang, atau cuma sekedar nempelin hansaplast. Gue emang enggak takut sama yang namanya darah, siapapun yang luka gue sikat habis. Sampai pada suatu hari nenek gue yang pensiunan perawat nanya ke gue tentang universitas yang mau gue tuju. Gue jawab di ITS ambil kedokteran dengan pasang muka mantep. Iya, gue terlalu percaya diri dan lugu. Karena sebatas pengetahuan gue sebagai seorang bocah waktu itu, kedokteran itu ada di semua universitas, bahkan di institut teknik sekalipun.

SMP, gue mulai kenalan sama yang namanya internet. Kenalnya sih udah waktu SD tapi mulai ngelakuin pendekatan waktu SMP.Β Situs favorit gue apalagi kalo bukan wikipedia sama friendster yang dengan sangat disayangkan harus segera beralih ke facebook. Gue bener-bener ketagihan internet waktu itu. Sampai gue pernah masang status di facebook gue “lama gak buka internet, kena sanet deh ini (sakit akibat internet)”. Kurang lebih kayak gitu. Alay? Banget. Di SMP gue mulai tau sama yang namanya game online, tapi karena ada suatu hal akhirnya gue berhenti maen game online dan mulai kasmaran dengan blog. Gue blogging sana sini, pasang widget dimana-mana, edit-edit kode HTML sama javascript (copy paste doang benernya :p) dan akhirnya cita-cita gue berubah menjadi seorang blogger yang sukses dengan penghasilan dari bisnis-bisnis internet. Cita-cita gue pun bertambah lagi ketika gue bersentuhan dengan Google SketchUP, gue kepengen menjadi desainer. Tapi di akhir-akhir SMP, bokap sempet nanyain gue pengen jadi apa. Gue dengan ragu-ragu bilang kalo gue pengen jadi programmer atau pebisnis. Gantung sampai disana…

Awal-awal SMA, gue gak terlalu perhatian soal cita-cita dan nyari kuliah. Pikiran gue mah “santai aja masih kelas 1 ini, nikmatin dulu lahhh”, dan gak berasa sekarang gue udah kelas 3, dan siap-siap nyari kuliah. Gue semakin galau dan galau. Kemudian karena masih belum jelas, gue disuruhlah cari arsitek oleh bokap gue. Gue sih oke-oke aja walaupun gue enggak terlalu bisa gambar bagus, setidaknya gue bisa mengimajinasikan sebuah bangunan yang artistik dan berinovasi tinggi. Gini gini gue juga udah pernah nyicipin Google SkecthUP. *walaupun gagal* *tetep pembelaan*

Begitulah, perjalanan cita-cita gue yang penuh lika-liku dan inkonsistensi. Semoga untuk yang kali ini gue bisa serius ngejar cita-cita gue, dan masuk perguruan tinggi yang gue inginkan. Enggak lupa juga tetep serius ngeblog πŸ˜€Β  . Dan buat kalian yang cita-citanya tetap dari awal di pikirkan sampe sekarang, bahkan sampe tergapai, gue ucapin selamat dan hebat! Banget malah. Tapi buat yang enggak, inget aja rencana Tuhan pasti jauh lebih baik deh.

Sekian dulu buat postingan uneg-uneg kali ini. Doakan aja gue bisa sukses menggapai cita-cita gue dan tetep rajin update.

Salam sukes!

Yang mau komen silahkan komen, yang mau menghujat silahkan menghujat *tapi palingan masuk ke kotak spam huahahah* . Kita ketemu lagi di lain waktu okeee?

=======================================

Sumber gambar cita-cita http://garagaracint4.wordpress.com/2013/06/04/cita-cita-antara-presiden-dokter-dan-guru/

Sumber gambar bayi http://i-think-of.blogspot.com/2012/01/5-sebab-kenapa-perlu-cita-cita.html

Silakan Share Kalau Suka!

Share on twitter
Share on facebook
Share on linkedin

15 thoughts on “Ada Apa Dengan Cita-Cita?”

  1. Klo mau jadi desainer itu bukan jurusan arsitek, tp jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV). Itu bru jurusan yg belajar bikin ilustrasi, topografi, nirmana. Awal semester 1-2 manual (gambar pake tangan), semester selanjutnya bru mulai pake komputer

    Btw itu gambar yg cita2 SD itu gambar sendiri?

    Reply
    • tapi udah ganti haluan, sekarang pinginnya emang arsitek, soalnya menurut baca2 di internet, dari arsitek bisa berkembang kemana2
      bukan, itu kan ada sumber gambarnya darimana wkwkwk

      Reply
      • Tp klo arsitek lbh terpatok dgn teori buat gambarnya, pake perhitungan gtu kyk gambar perspektif. Klo ak lbh minat ke desain grafis aja, walaupun sama susah kyk arsitek, yg penting gambarnya ga pake ngitung wkwkwk

        Reply
  2. kalau ditanya soal cita-cita saya malah bingung sendiri mas hehehe πŸ˜€ soalnya nggak punya cita-cita yang jelas πŸ˜€
    pengen nya sih sukses dapat kerja dan bisa menjadi pejabat hehehe πŸ˜€

    Reply
  3. bingung nih mau komen apa menghujat, tapi komen aja deh dari pada masuk kotak spam #eh

    ane dulu cita2 jadi astronot, tapi gak jadi karena kelebihan berat badan πŸ˜›
    coba klo ane berat badan nya ideal mungkin sekarang lagi ngopi2 di bulan

    Reply
  4. setiap orang punya lika-liku kok, so ngapain dihujat πŸ™‚
    kalau masih bisa bercita-cita bukankah itu bagus, pertanda orang masih membuat harapan πŸ™‚
    keep going sobat, salam kenal πŸ™‚

    Reply
  5. oaalah masih SMA to? aku kira udah kuliah atau dah lulus hehehe
    kebanyakan sih waktu kecil org2 bercita2 jadi dokter, biar keren
    tapi besarnya malah bingung mau jadi apa
    pebisnis atau programmer bagus juga lhoo
    smg cita2nya tercapai

    Reply
  6. memang dulu masih kecil kita mempunyai cita cita yang tinggi seperti dokter, presiden dll. tapi seiring berjalannya usia dan dengan itu jati diri kita terbentuk berbeda, di situ memang biasanya pilihan kita menjadi berubah.

    Reply
  7. saya pikir ada apa denagn cinta! heheheh
    dulu kita seenaknya saja kalau ditanyai orang, “apa cita citamu” tanpa beban kita menjawab jadi ini jadi itu jadi apalah kek…

    saat sudah dewasa kita lupa dengan cita cita saat masih kecil, kebanyakan….
    semua menuju sesuatu yang mudah untuk mendapatkan uang

    Reply

Leave a Reply to ditter Cancel reply